Din Syamsuddin Bersilaturahim dengan Ratusan Mahasiswa Muhammadiyah Al-Azhar Kairo
Foto :

Din Syamsuddin Bersilaturahim dengan Ratusan Mahasiswa Muhammadiyah Al-Azhar Kairo

Rabu , 08 Desember 2021 - 03:39 WIB

Ian Ras

Shares

Jakarta, Terbitnews--Setelah bertemu Grand Shaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Thayyibdi Kairo, Mesir, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Prof. Din Syamsuddin dan isteri Dr. Rashda Diana Subakir Lc, MA menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluarga Besar Muhammadiyah (PCIM Mesir) di Markaz Dakwah Muhammadiyah Kairo.
 
Acara ini dihadiri ratusan anggota PCIM Mesir yang memenuhi Aula Markaz Dakwah tersebut. 
 
Saat ini, ada sekitar 500-an mahasiswa Muhammadiyah yang menempuh studi di Al-Azhar dan berbagai universitas lain di Mesir. Mereka sudah menyelenggarakan TK Aisyiah Bustanul Athfal, dan pelatihan Silat Tapak Suci yg diikuti tidak hanya oleh Warga Negara Indonesia tapi juga warga negara-negara lain anyg ada di Mesir.
 
Kesepakatan
 
Pada pertemuannya dengan Syaikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Al-Thayyib, mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini juga mengingatkan  Syaikh Al-Azhar tentang kesepakatan antara Muhammadiyah dan Syaikh Al-Azhar, yang ditandangani pada 2003 oleh Prof. Din Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah dan Prof. Syaikh Muhammad Al-Sayyid Thonthowi (Syaikh Al-Azhar pada waktu itu). 
 
Din mengusulkan agar kesepakatan tersebut bisa diperbarui. Kesepakatan meliputi kerja sama dalam bidang pendidikan, dan dakwah. Syaikh Al-Azhar sepakat agar kesepakatan itu diperbarui dan dilaksanakan secara nyata.
 
Pertemuan dengan Syaikh Al-Azhar yang berlangsung di Masyikhah (Kantor Syaikh) di Kampus Universitas Al-Azhar, Kamis, 2 Desember 2021 itu, Din menyampaikan penghargaan kepada Syaikh al-Azhar atas penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan) Watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) antara Syaikh Al-Azhar dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi tiga tahun lalu. 
 
Menurutnya, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia, kala kemanusiaan tercabik atas egoismen keagamaan, ras, kebangsaan dan kenegaraan, serta bentuk-bentuk ashabiyah lain. Persaudaraan kemanusiaan, menurut Din, adalah pesan agama-agama termasuk Islam. Persaudaran Kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Sang Pencipta Allah SWT.
 
Dalam rangka pengarus utamaan Piagam Persaudaraan tersebut Din mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yg bersifat lintas. Selain itu Din Syamsuddin memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan Poros Dunia Wasathiyat Islam sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yg tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai Ummatan Wasathan.
 
Sebelum bertemu Syaikh Al-Azhar, Prof. Din Syamsuddin juga hadir pada Sidang Munaqasyah Disertasi Dr. KH. Anang Rikza Masyhadi, di Universitas Terusan Suez, Ismailiyah. Dr. Anang Rikza Masyhadi yg mendapat Predikat Mumtaz adalah kader Muhammadiyah dan perintis pendirian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir dan sekarang memimpin Pondok Moderen Tazakka di Bandar, Batang, Jawa Tengah. 


TAG : Mahasiswa kairo muhammadiyah 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini