Mantan Kombatan GAM Komit dengan Perdamaian Aceh Yang Disepakati Bersama Pemerintah
Foto : Teungku (Tgk) Sufaini Usman Syekhi, Presiden Achehnes Australia Assocation (AAA)

Teungku Sufaini Usman Syekhi, Presiden Achehnes Australia Assocation (AAA)

Mantan Kombatan GAM Komit dengan Perdamaian Aceh Yang Disepakati Bersama Pemerintah

Rabu , 09 Juni 2021 - 20:07 WIB

Harguna

Shares

Jakarta, TerbitNews - Teungku (Tgk) Sufaini Usman Syekhi, Presiden Achehnes Australia Assocation (AAA) dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan bahwa para kombatan GAM memiliki komitmen dengan perdamaian Aceh yang telah disepakati bersama pemerintah. 
 
Gerakan Aceh Merdeka sudah menerima perdamaian. Dengan demikian sudah jelas jika hari ini semua pihak terkait menerima adanya sebuah perdamaian. Tidak ada lagi pihak yang saling menyalahkan satu sama lain. 
 
"Sayangnya masih ada satu hal yang sangat disayangkan karena masih belum tercapai selama 16 tahun pasca-damai, yaitu terpenuhinya harapan akan perbaikan perekonomian masyarakat di kawasan 'Serambi Mekah' ini," ujar  Tgk Sufaini dalam keterangannya, Rabu (9/6)
 
Padahal salah satu harapan yang ingin dicapai apabila situasi damai tercapai adalah terciptanya kesejahteraan rakyat. 
 
Beberapa kendala memang dianggap menjadi penyebab terhambatnya pemerataan ekonomi di Aceh, satu diantaranya adalah keberadaan mafia proyek yang memonopoli proyek-proyek pembangunan di Aceh. 
 
"Sebagai orang Aceh, saya malu karena Aceh masih berada di bawah garis kemiskinan. Padahal Pemerintah Pusat setiap tahun mengucurkan belasan triliun rupiah untuk membangun Aceh pasca-konflik dan tsunami. Tapi sayang, harapan ingin menyejahterakan rakyat Aceh justru tidak tercapai meski sudah 16 tahun paska damai," ujarnya.
 
Ironisnya menurut Sufaini, seorang mantan kombatan GAM diduga menjadi mafia proyek-proyek pembangunan pemerintah daerah di Aceh.  
 
"Untuk itu ia meminta dinas-dinas yang ada di provinsi NAD tidak bermain dengan 'mafia proyek' tersebut karena Aceh membutuhkan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh," tegas Tgk Sufaini.
 
Mafia proyek tersebut disinyalir pula terlibat dalam jaringan peredaran narkoba dengan memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya demi keuntungan pribadi.
 
"Oleh sebab itu saya Teungku Sufaini Usman Syekhi bersama para kombatan lainnya berkomitmen untuk memberantas tindakan para mantan kombatan GAM yang sewenang-wenang memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya, salah satunya adalah kelompok GAM pimpinan MH," ungkap Sufaini. 
 
Ia juga mengakui sebenarnya para kombatan GAM turut menikmati dana otsus dari pemerintah. Namun masyarakat Aceh kurang sejahtera karena ada kombatan GAM yang justru menjadi mafia proyek serta  terlibat jaringan peredaran narkoba. 
 
"Akibatnya selain membuat sebagian masyarakat Aceh masih kurang sejahtera hingga saat ini, nasib anak-anak mantan kombatan GAM (anak Syuhada) juga terbengkalai karena mereka tidak lagi mendapat perhatian dari mantan kombatan GAM yang kini memiliki kekuasaan dan jabatan tersebut," pungkasnya.
 

BACA JUGA :

TAG : GAM,KombatanGAM 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini