Tuduhan Radikal Salah Alamat, Lieus: Kontribusi Din Syamsuddin Pada Bangsa dan Negara Nyata
Foto :

Tuduhan Radikal Salah Alamat, Lieus: Kontribusi Din Syamsuddin Pada Bangsa dan Negara Nyata

Selasa , 16 Februari 2021 - 11:26 WIB

Ian Ras

Shares

Jakarta, Terbitnews - Tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma, mengkritisi pelaporan yang dilakukan Gerakan Anti Radikalisme (GAR ITB) atas Din Syamsuddin yang dinilai radikal.
 
Menurut Mantan Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi), tuduhan radikalisme kepada Prof Din Syamsuddin sangat ngawur dan salah alamat.
 
"Tuduhan oleh GAR itu bahkan cenderung menyesatkan," tegas Lieus saat dikonfirmasi wartawan.
 
Lieus menambahkan, ia tidak tahu apa dan siapa di balik GAR. Ia juga tak tahu apa motivasi GAR membuat pengaduan soal radikalisme terhadap Din Syamsuddin.
 
"Yang jelas, dengan melontarkan tuduhan seperti itu lalu melaporkan Prof Din Syamsuddin ke KASN, GAR ITB malah membuat suasana politik makin gaduh," katanya.
 
Dijelaskan Lieus, sebagai orang yang pernah sama-sama bergerak dalam aktivitas kepemudaaan semasa aktif di KNPI, tuduhan radikalisme oleh GAR ITB ke Din Syamsuddin jelas salah alamat dan tidak berdasar.
 
"Justru GAR ini yang mestinya diperiksa lebih dulu oleh aparat kepolisian karena tuduhan dan laporannya itu justru berpotesi mengancam stabilitas keamanan nasional,” ujar Lieus.
 
Menurut dia, sebagai tokoh yang sudah berkiprah di Muhammadiyah baik ketika memimpin Organisasi Pemuda Muhammadiyah, ketika di KNPI, maupun saat menjabat Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin adalah pribadi yang sangat cinta NKRI dan Pancasila.
 
"Jadi tuduhan radikal itu sangat mengada-ada. Saya malah curiga ada agenda terselubung di balik tuduhan GAR itu. Bisa saja tuduhan itu sengaja dilontarkan agar konsentrasi bangsa ini untuk menghadapi pandemik COVID-19 terpecah sehingga kondisi sosial politik dalam negeri makin tak kondusif," tuturnya.
 
Lieus menegaskan, tuduhan radikal yang dialamatkan kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu selain membuat gaduh, juga berpotensi mengusik hubungan Persyarikatan Muhammadiyah dengan pemerintah yang selama ini cukup harmonis.
 
“Harus diingat, kontribusi Muhammadiyah kepada NKRI adalah fakta. Terutama melalui lembaga-lembaga Pendidikan yang didirikannya di seluruh penjuru Negeri," kata mantan Ketua DPP AMPI ini.
 
Jadi, tambah Lieus lagi, dengan semua fakta-fakta tentang gerakan Muhammadiyah dalam menyelamatkan dan mencerdaskan anak bangsa, bagaimana mungkin ada tokohnya yang tiba-tiba dituduh radikal?
 
Oleh karena itu, sebagai warga negara dan mantan Ketua Umum Gemabudhi, Lieus mendesak GAR ITB mencabut laporannya dan segera meminta maaf kepada Prof Din Syamsuddin.
 
"Ingat, Prof Din Syamsuddin itu bukan sekadar tokoh Muhammadiyah, tapi dia juga Ulama dan sudah menunjukkan kontribusi yang nyata bagi pembangunan bangsa dan negara ini," tegas Lieus.


TAG : Din Syamsuddin 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini