Foto :

"Buzzer" jadi Musuh Pers, RR: BuzzeRP Pakai Logika Bodoh & bahasa Vulgar Demi Pembodohan Bangsa

Rabu , 10 Februari 2021 - 10:36 WIB

Ian Ras

Shares

Jakarta - Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir yang menyebut bahwa para Buzzer Tak Bertanggung Jawab dan menjadi Musuh Pers. Hal itu disampaikannya saat menyambut Hari Pers Nasional, 9 Februari 2021.
 
"Musuh Terbesar Pers saat Ini Para Buzzer Media Sosial," kata Haedar Nashir
 
Haedar Nashir menegaskan, dalam usaha mencerdaskan bangsa, fungsi pers—yaitu media cetak, televisi, radio, dan kini media online—niscaya menjadi pranata sosial yang mengedukasi elite dan warga bangsa agar menjadi insan yang berpikir jernih, objektif, moderat, cerdas, beretika, dan berdaya kritis.
 
Merespon pernyataan tersebut, tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menegaskan, salah satu tujuan kemerdekaan kita adalah ‘Mencerdaskan Bangsa’.
 
"Sehingga penggunaan buzzeRP oleh pejabat secara masif, menggunakan logika bodoh & bahasa bahasa vulgar/kasar, adalah upaya pembodohan bangsa, dan bertentangan dgn cita-cita kemerdekaan," tegasnya.
 
Menurut RR, para analis sudah sering mengingatkan bahwa pers nasional dihancurkan dan dirusak oleh para buzzer bayaran yang penuh kepalsuan,  yang menjustifikasi logika kekuasaan yang otoriter, kotor, bodoh dan tak beradab.
 
Demokrasi wani piro yang dibela para buzzer membuat pers nasional yang kritis menjadi korban ulah mereka dan akibatnya peradaban kita alami kemunduran. Pembangunan era Jokowi tidak mutu, gagal dan sarat kebocoran dgn ICOR yang tinggi
 
“Selamat Hari Pers Nasional. Jadikan momentum bersejerahah ini dunia pers sebagai kekuatan yang mencerdaskan sekaligus menjadi media checks and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pesannya dalam keterangan tertulis yang diterima PWMU.CO, Selasa (9/2/2021).


TAG : Rizal Ramli 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini