Catatan Akhir Tahun 2020: Rizal Ramli Tokoh Kritis Paling Top Sepanjang 2020
Foto : Ekonom senior Rizal Ramli

Catatan Akhir Tahun 2020: Rizal Ramli Tokoh Kritis Paling Top Sepanjang 2020

Kamis , 31 Desember 2020 - 14:15 WIB

Ian Ras

Shares

Sepanjang tahun 2020, kehadiran tokoh oposisi semakin mendapat tempat di hati rakyat. Publik menyambut kehadiran mereka untuk check and balance, mengoreksi dan melakukan kritik-kritik berbagai permasalahan bangsa akibat kebijakan pemerintah atau penguasa. 
 
Tokoh-tokh kritis ini membangunkan rakyat dari tidur dan ketidaktahuan terhadap permasalahan bangsa. Mulai dari kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, dan korupsi/KKN.
 
Terlebih parlemen kita tak lagi bisa diharapkan untuk melakukan control, menyampaikan aspirasi rakyat, dan melakukan pengawasan-pengawasan lain yang merugikan rakyat. Para wakil rakyat kita hanya ‘yesmen’ terhadap seluruh kebijakan pemerintah.  
 
Di saat seperti inilah muncul tokoh-tokoh yang mengkritisi berbagai kebijakan negara yang menyampaikan kontrol, kritik dengan berbagai solusi cerdas. Tujuannya jelas agar bangsa ini menuju ke arah atau perubahan yang lebih baik. Supaya para pemimpin lebih peduli dan bekerja keras dengan cerdas untuk kesejahteraan rakyatnya.
 
Dari sekian banyak tokoh yang dilabeli ‘oposisi’ kritis, salah satunya adalah ekonom senior Rizal Ramli, yang sebagian kalangan menjulukinyai sebagai "Sang Penerobos" karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Ia juga dikenal dengan , si ‘Rajawali Kepret’, ‘Rajawali Bangkit’ ini, mewarnai dan mendapat apresiasi publik sepanjangan tahun 2020.
 
Mantan Menteri di era Gus Dur dan Jokowi ini tak pernah berhenti menganalisa secara tajam, konstruktif dan solusi cerdas soal kekacauan ekonomi. Juga soal utang, korupsi/KKN, kinerja para menteri/pejabat negara, keadilan, kemiskinan, pengangguran, penegakan hukum, demokrasi, soal kesejahteraan petani, buruh, dan masalah-masalah bangsa lainnya.
Kekacauaan Ekonomi
 
 
 
Dalam kebijakan ekonomi, mantan Menko Perekonomuan ini kerap mengkritisi kebijakan ekonomi Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Bahaya! Kata Rizal Ramli. Ia berulang kali mengingatkan adanya bubble ekonomi. Tampak bagus di luar, bobrok di dalam. Gagal bayar utang, daya beli rakyat anjlok dan pendapatan petani menurun akan mengancam krisis ekonomi di Indonesia.
 
Seiring dengan sikap kritisnyya, sejumlah kalangan memberikan dukungan dan kepercayaan kepada mantan Kabulog ini untuk  memegang kepemimpinan nasional. Alasannya, RR, sapaan akrabnya, diyakini mampu mencari solusi dan berbagai cara agar permasalahan bangsa ini bisa selesai, terutama di tengah pandemi Covid-19.
 
Dukungan itu disampaikan berbagai kalangan, antara lain para kiai, emak-emak, purnawirawan Polri/TNI, petani, mahasiswa, buruh dan civil society. Dukungan juga diberikan sejumlah politisi, wartawan, dan kaum meilenial.
 
"Abang Rizal Ramli saya yakin tahu bagaimana caranya bertahan dalam pandemi dan untuk bangkit sesaat pandemi usai. Tapi tunggu dulu bang, tahan..tahan..tahan. Nanti saja jurusnya dipakai 2024. Insya Allah," cuit pemilik akun @marwah_melayu seperti dilansir sindonews.com.
 
Hal sama disampaikan pengamat politik Rusmin Effendy. “RR pantas menjadi lokomotif dan tokoh perubahan untuk mengatasi centrang perenang persoalan bangsa. RR adalah sosok yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap bangsa ini sejak menjadi aktivis di ITB dulu. Track record beliau sudah teruji dan mampu memberikan solusi seperti saat membenahi Bulog, PLN, PT Dirgantara Nusantara, dan sejumlah BUMN lainna yang sempat mengalami krisis, termasuk solusi di bidang ekonomi,” kata Rusmin dilansir Harian Terbit.
 
Apa yang disampaikan Rusmin memang ada benarnya. “Sebagai mantan aktivis, RR merupakan tokoh yang selalu memberikan solusi dan peta jalan dalam mengatasi pelbagai persoalan. Sayangnya, banyak yang kurang sejalan dengan ide-ide inovatif yang dilakukannya. Padahal, untuk mengatasi persoalan bangsa ini, perlu orang-orang yang berani seperti RR. Apalagi sejak pemerintahan Jokowi masalah ekonomi menjadi hal yang sangat serius,” ujar aktivis senior Adhie Massardhie.
 
Menurut catatan kita, RR selalu berteriak bahwa pemerintahan Jokowi tidak memiliki tim work ekonomi yang kredibel dan mampu mengatasi masalah, padahal krisis ekonomi yang terjadi saat ini sangat serius. Bagaimana mungkin rakyat bisa sejahtera, kalau pertumbuhan ekonomi saja masih minus.
 
Seharusnya, pemerintahan Jokowi fokus di bidang ekonomi agar terjadi perubahan signifikan dan perbaikan ekonomi rakyat.  Karena itu, perlu orang-orang yang mampu melakukan perubahan besar dengan ide yang kreatif dan inovatif agar tingkat kesejahteraan rakyat bisa meningkat,” ujarnya.
 
Hal sama juga disampaikan Koordinator Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto, menurutnya, RR sangat tepat dinobatkan menjadi tokoh oposisi kritis ternama sepanjang 2020 atau  paling top di 2020. Apalagi ekonom senior tersebut sosok paling konsisten dalam tindakan dan ucapannya. Saat ini tidak banyak tokoh yang punya sikap seperti Rizal Ramli. Sehingga ketokohan Rizal Ramli tidak diragukan lagi.
 
"Selain itu, Bang RR juga tokoh yang teruji. Bang RR, tokoh yang amanah ketika di dalam pemerintahan," ujar Andrianto dilansir Harian Terbit, Selasa (29/12/2020).
 
Dukungan Kiai
 
Sejumlah kiai kultural asal Jawa Timur dan Jawa Tengah yang dimotori KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab dan akrab dipanggil Gus Aam meminta ekonom senior Rizal Ramli turun tangan pulihkan ekonomi nasional yang terpuruk. Para kiai itupun mendukung RR untuk jadi presiden.
 
Menurut para kiai, kalau kondisi ini tidak segera dibenahi bisa menyebabkan resesi ekonomi. Gus Aam mengungkapkan kesulitan ekonomi saat ini terasa sampai ke bawah. Termasuk yang dirasakan para pengasuh pondok pesantren, sebab berbulan-bulan mereka menghentikan kegiatan belajar-mengajar.
 
Bahkan sampai hari ini masih ada pesantren yang tutup. Tentu kondisi itu juga berdampak pada masyarakat di lingkungan pesantren. Sebab selama ini roda ekonomi mereka bergerak karena keberadaan pesantren.
 
"Pak Rizal Ramli punya pengalaman 20 tahun lalu. Saat itu ekonomi terpuruk imbas krisis moneter. Namun kondisi saat itu berhasil diatasi oleh beliau. Bahkan perekonomian yang minus 3 persen bisa diubah menjadi tumbuh 4 persen hingga akhirnya tumbuh 7 persen sampai sebelum Gus Dur dilengserkan," ujar Gus Aam dalam acara webinar Ngopi RR Edisi-4  - Membangkitkan Ekonomi Pesantren di Tengah Pandemi Corona, Keniscayaan atau Ilusi? Senin (24/8/2020).
 
Gus Aam yakin Rizal Ramli tak sekedar mampu membangkitkan ekonomi pesantren tapi sekaligus ekonomi nasional. Karena itu, ia bersama para kiai kultural yang tergabung dalam Komite Khittah NU 1926 atau KKNU 1926 mendukung RR sebagai pemimpin nasional yang akan datang.
 
Ia menilai RR sebagai figur yang cerdas dan berani. Kriteria pemimpin itu yang dibutuhkan untuk membawa bangsa ini menuju adil dan makmur.
Gus Aam mencontohkan ide cemerlang RR menyatukan seluruh bank syariah milik pemerintah agar asetnya bisa bertambah besar sehingga bisa bersaing dengan bank umum milik swasta.
 
"Rizal Ramli itu cerdas dan berani. Kepeduliannya pada nahdliyyin juga sudah terbukti. Ini pemimpin nasional yang dibutuhkan saat ini dan untuk masa depan," imbuh cucu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah ini.
Sementara itu, tokoh nasional Rizal Ramli bisa memahami kegelisahan para kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur dan daerah lainnya. 
 
Kinerja Menteri
 
Soal kinerja menteri juga mendapat sorotan RR. Melalui akun Twitter @RamliRizal, Senin (21/12/2020), RR mengatakan kinerja menteri Jokowi sekarang masih belum baik, bahkan ada yang menjadi sumber masalah. Ada beberapa menteri yang mencari keuntungan sendiri.  Hanya sibuk cari pensiun.
 
“Sebagian besar KW2 KW3 hanya sibuk cari pensiun. Jika diganti dengan KW1, pasti akan manfaat. Banyak juga yg KKN ugal2an. Klo KKN ganti bakal tumbuhkan kepercayaan. Menkeu terbalik sumber masalah, klo tidak diganti JKW nyungsep.”
 
Mantan Menko Perekonomian ini juga menyoroti adanya dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). Dia menyoroti kasus menteri yang akhir-akhir ini terlibat KKN.
 
Banyak juga yang KKN ugal-ugalan. Apabila menteri-menteri tersebut diganti maka akan menumbuhkan kepercayaan. Soal Menteri Keuangan. dia menyebut, Menteri Keuangan sudah seharusnya diganti, karena sumber masalah.
 
Terkait daya beli masyarakat mawah yang terus anjlok, mantan Menteri Keuangan ini memberi solusi sederhana. “Cara tidak konvensional, pompa daya beli rakyat bawah. Pemerintahan Gus Dur, Menko Kwik & RR, 2000-2001, naikkan gaji PNS, ABRI & Pensiunan 125% 21 bulan. Akibatnya daya beli rakyat meningkat & sektor retail bangkit. Diikuti restrukturisasi kredit KUT, Realestate, UKM. Ekonomi -3% ke +4,5&, kemiskinan kurang 5 juta/tahun, Gini Index terendah.”
 
Prediksi Ekonomi 2021
 
Rizal Ramli memprediksi ekonomi nasional pada tahun depan masih akan mengalami kesulitan. Dia bahkan memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia bisa lebih buruk dari krisis moneter yang terjadi pada 1998.
 
"Makin lama ekonomi makin terjerumus. Jokowi go down bersama dengan kinerja Sri Mulyani dalam kinerja keuangan," tegas Rizal Ramli dalam keterangan resmi, Sabtu (26/12/2020).
 
Menurutnya,  hal itu terjadi lantaran kinerja ekonomi Indonesia sepanjang 2020 jauh dari kata berhasil. Kondisi itu terutama dipicu oleh kebijakan fiskal yang dinilai tidak tepat, di samping faktor eksternal yakni pandemi Covid-19.
 
Selain faktor eksternal, keterpurukan ekonomi juga tidak lepas dari faktor internal di jajaran kabinet Indonesia Maju. Pangkalnya, kata Rizal Ramli, adalah semrawutnya kebijakan fiskal di bawah komando Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
 
Kebijakan pertama Menkeu yang disoroti Rizal Ramli adalah soal utang. Dia mengungkapkan, Sri Mulyani memberikan keuntungan kepada kreditor dengan membuat bunga utang yang cukup tinggi.
 
"Misalnya, di bank ada yang mau pinjam kredit (bunga) pinjamannya 15 persen. Para pengusaha datang ajukan kredit, mereka negosiasi jangan 15 persen tapi 12-13 persen. Tapi ada satu negara yang datang mau bayar bunga 17-18 persen, 2 persen lebih mahal dari pasar selama 10 tahun," kata Rizal.
 
Kebijakan utang dengan bunga yang tinggi seperti itu, kata Rizal Ramli, tidak dilakukan oleh negara tetangga Indonesia seperti Singapura hingga Jepang dan China.
 
"Jangan main-main. Perbedaan, selisih bunga 2 persen saja selama 10 tahun. Misalnya kita pinjam $10, 2 persennya itu tambahan bunganya itu sepertiganya. Siapa yang bayar? Rakyat kita," jelasnya.
 
Selain itu, Rizal Ramli yang juga mantan anggota tim panel bidang ekonomi PBB itu juga melihat kebijakan tax holiday bagi para pengusaha besar justru membuat cekak penerimaan negara.
 
Sebagai buktinya, imbuh Rizal Ramli, tax ratio atau penerimaan pajak pada awal tahun 2020 ini realisasinya tidak mencapai lebih dari 10 persen. Dia pun membandingkan pencapaiannya ketika menjabat sebagai Menko Ekuin 20 tahun lalu, yang berhasil merealisasikannya hingga 11,5 persen dari produk domestik bruto.
 
"Hari ini sebelum krisis (Covid-19) 10 persen. Dengan krisis ini penerimaan pajak bakal lebih anjlok lagi. Bahkan bisa 60-65 persen dari target. Itu yang menjelaskan kita akan kesulitan cash flow. Penerimaan pajak kita anjlok, besar sekali. Dia [Sri Mulyani] hanya berani dengan yang kecil-kecil, dan kedua dia pinjam-pinjam makin susah. Makanya mulai pinjam melalui bilateral," jelas Rizal Ramli.
 
Demokrasi Kriminal
 
Tak hanya soal ekonomi, RR juga mengkritisi soal kehidupan demokrasi di negeri ini. Dia menyebut demokrasi Indonesia mengalami kemunduran dan kini telah berubah menjadi demokrasi kriminal. Demokrasi kriminal terjadi karena adanya politik uang di setiap kontestasi politik dari mulai ranah paling bawah yakni pemilihan kepala desa sampai pada pemilihan kepala negara.
 
"Kemunduran luar biasa, sebetulnya bertahap dari demokrasi yang bagus awal reformasi, berubah jadi demokrasi prosedural, belakangan malah jadi demokrasi kriminal," ujar Rizal Ramli saat ditanya Fadli Zon tentang bagaimana demokrasi di Indonesia dari masa ke masa, mengalami kemajuan atau malah sebaliknya seperti dikutip dari tayangan dalam Kanal YouTube Fadli Zon Official yang dilihat Harian Terbit, Minggu (27/12/2020).
 
Rizal menyebut, demokrasi Indonesia menjadi demokrasi kriminal karena adanya politik uang di setiap kontestasi politik dari mulai ranah paling bawah sampai pada pemilihan kepala negara. 
 
Rizal pun menyinggung keberadaan cukong yang seringkali berada di belakang pemimpin guna meraup keuntungan berlebih.
 
"Jadi bupati butuh uang Rp 50 miliar, jadi Gubernur 100-300 Miliar, Presiden apalagi. Nah rata-rata ini gak pada punya uang, ada cukong yang bayarin. Cukong memilih, membantu menghire, bayar poster, kampanye, dan sebagainya. Begitu orang (pemimpin) terpilih, dia malah lupa kewajiban, tambah bangsat," tegasnya.
 
Melihat fenomena yang terjadi belakangan ini, Rizal Ramli berharap akan ada perubahan demokrasi menjadi lebih bersih dan amanah.
 
Rizal menguraikan kesalahan tafsir UU ITE yang kini menurut dia justru dipakai untuk menjerat lawan politik pemimpin. Padahal tujuan utama pembentukan UU ITE bukan untuk itu.
 
"UU ITE lebih gawat dari UU Subversif zaman Soeharto. Orang salah ngomong dikit bisa langsung dipenjara. Ini penyelewengan UU ITE, UU ITE itu untuk kejahatan di sektor financial," paparnya.
 
"Kini (UU ITE digunakan untuk) memenjarakan oposisi. Yang lain-lain kan udah ada Kuhap, dan sebagainya, dan itu kasus perdata. UU ITE salah ngomong di Sosmed langsung ditangkap. Mereka menyalahgunakan untuk meringkus oposisi," sambungnya.
 
Kita akui Rizal Ramli, seorang tokoh, pakar ekonomi dan politikus Indonesia yang banyak memberikan sumbangsih untuk Indonesia.  Terutama di bidang ekonomi. RR selalu punya analisa dan kritik yang tajam dalam melihat situasi dan persoalan bangsa. 
 
Maka, oleh sebagian kalangan, Bang Rizal Ramli dijuluki sebagai "Sang Penerobos" karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran dan cerdas, serta berpihak pada kepentingan rakyat. 


TAG : RizalRamli 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini