Apa Iya SMI Mau Belajar dari RR Atasi Utang Pemerintah dengan Bunga Rendah?
Foto : Ilustrasi

Apa Iya SMI Mau Belajar dari RR Atasi Utang Pemerintah dengan Bunga Rendah?

Jumat , 11 Agustus 2017 - 12:52 WIB

Ian Ras

Shares

TerbitNews - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indarwati (SMI) belajar dari mantan Menko Pefekonomian Rizal Ramli dalam mengatasi utang pemerintah, sehingga tidak terus membengkak. Dia juga dinilai tidak akan mampu menempuh cara-cara inovatif untuk mengurangi bunga utang serendah-rendahnya, apalagi meminta kreditor untuk menghapus utang pemerintah.
 
“Dia tidak akan mampu melakukan itu semua. Seharusnya dia belajar dari yang pernah dilakukan Rizal Ramli saat menjabat Menko Perekonomian era Gus Dur. Tapi, sepertinya SMI tidak akan pernah mau belajar, karena dia merasa paling pintar, paling berpengalaman, dan merasa paling benar,” kata pengamat kebijakan publik Zulfikar Ahmad di Jakarta, Jumat (11/8/2017).
 
Padahal, demi rakyat dan demi pemerintahan Jokowi, SMI harus menempuh cara-cara yang dilakukan Rzal Ramli dalam menangani utang. “Semua orang harus belajar apalagi masalah-masalah yang baik untuk menyelamatkan ekonomi negeri ini. Jangan malu untuk belajar,” ujar Zul, panggilan akrab Zulfikar.
 
Rizal Ramli berpendapat, ndicator utang yang paling penting bukan % utang/GDP, tetapi kemampuan bayar utang terhadap penerimaan &ekspor. Utang naik, kemampuan bayar melemah. "Kita tidak bisa membandingkan ratio utang kita dengan Amerika. Jika kita membandingkan dengan Amerika itu konyol," ketusnya.
 
Amerika, lanjut mantan Menteri Maritim ini, tinggal cetak dollar dan jual ke luar negeri, didukung hegemoni militer dan politik. Begitu juga tidak bisa dibandingkan dengan ratio utang/GDP Jepang, itu juga tidak pas.
 
Menurutnya, masalah kita (pemerintah Indonesia) prioritas utama anggaran (chek APBN  2017) adalah masih untuk pembayaran utang. Sebagian besar utang domestik bunga murah, tidak bisa didikte kepentingan bond holder (pemegang surat utang).

Debt To Nature Swap
 
Ada cara innovatif mengurangi utang seperti yang dilakukan Rizal pada tahun 2000-2001, yaituDebt to Nature Swap, loan swap, grants dan lainnya. “Jangan hanya ‘melu’ (ikutin) maunya kreditor,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, sebetulnya banyak cara inovatif untuk mengurangi utang. Kemudian RR menyebut kasus utang negara yang pernah ia tangani tanpa harus menumpuk lebih banyak utang atau "gali lubang tutup lubang".
 
Misalnya di tahun 2000 silam, ia menyepakati "Debt To Nature Swap" dengan Jerman. Saat itu, ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan. Kemudian, tahun 2001, Rizal juga mengatur "Debt Swap" dengan Kuwait.
 
"Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Kuwait saking gembiranya berhadiah gratis flyover Pasopati di Bandung," pungkasnya. 


TAG : Rizal Ramli Sri Mulyani Indarwati 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini