TNI Bisa Usir Tenaga Kerja Asal China
Foto : TKA China

TNI Bisa Usir Tenaga Kerja Asal China

Sabtu , 24 Desember 2016 - 12:49 WIB

Ian

Shares

TribunNews - Maraknya tenaga kerja asing asal Cina di Indonesia, membuat resah masyarakat. Sebab, disinyalir banyak tenaga kerja asal negeri Tirai Bambu itu yang memanfaatkan fasilitas bebas visa sebagai turis, kenyataannya mereka bekerja di Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat menantang Ditjen Imigasi untuk membeberkan data jumlah warga negara RRC, termasuk pekerja yang ikut mengais rejeki di Tanah Air.

“Jika data itu tidak dipublisakasi, kata Fahri, anggota TNI bisa mengusir para tenaga kerja Cina karena bisa dikategorikan inflitrasi,” kata Fahri seperti dilansir Rimanews.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyesalkan ramainya pembicaraan mengenai banyaknya tenaga kerja asing ini, sebab jika dibandingkan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri justru lebih banyak. Seperti di Malaysia lebih dari 2 juta orang, di Arab Saudi lebih dari 1 juta, di Hongkong 150 ribu, dan di Taiwan 200 ribu TKI.

“Mereka juga diam-diam saja. Kenapa 21 ribu, kita ribut kayak ada angin puting beliung saja,” tanya Jokowi. 

Adanya 21 ribu tenaga kerja asal Tiongkok, menurut Presiden, itu karena ada investasi, ada hal-hal yang belum dikuasai. Jadi, pasti harus diselesaikan oleh teknisi-teknisi Tiongkok. “Enggak mungkin tenaga kerja mereka datang ke sini. Enggak mungkin,” tegas Presiden.

Presiden lantas mengungkapkan bahwa gaji tenaga kerja RRC di negaranya, tiga kali lipat dari Indonesia. 

“Masa datang ke tempat yang gajinya lebih murah, kan enggak mungkin. Kita datang ke luar itu, pasti di sana gajinya 5, 10 kali lipat dari kita, pasti datang. Kalau sama saja, enggak mungkin mau. Karena habis di transportasi, habis di akomodasi. Logikanya kan seperti itu,” tutur Presiden.


TAG : Cina TKA Jokowi TNI 

Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitnews[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Terkini